Cara Kerja Laravel Auth Guard

Di Laravel sudah ada fitur bawaan untuk otentikasi, konfigurasinya ada di file config/auth.php. Ada juga opsi scaffolding tampilan front-end nya, tapi di package terpisah yaitu laravel/ui. Yang mau dibahas sekarang adalah cara kerja otentikasi di Laravel, yang disebut dengan auth guard.

Kalau lihat di file konfig auth.php, ada dua opsi guard yang bisa dipilih: web dan api, dengan default guard yang dipilih adalah web. Apa bedanya? Sebelum bahas bedanya, saya coba jelasin konsepnya dengan analogi.

[Read More]

Laravel env() vs config()

Di Laravel, ada helper function yang bisa dipakai di mana aja, salah duanya yaitu env() dan config(). Yang env untuk mengambil nilai dari environment variable, baik dari OS env ataupun file .env di root folder aplikasi. Sedangkan fungsi config, mengambil nilai dari deklarasi key-value di semua file *.php yang ada di dalam folder config. Sekilas fungsinya sama, ambil nilai dari key-value pair. Terus, kenapa dibedain?

[Read More]

Return banyak value di PHP function

Di PHP, setiap function hanya bisa mengembalikan (return) satu value/variabel aja. Tapi kadang kita butuh me-return beberapa variabel dari fungsi tersebut, sehingga kita bikin array yang menampung value dari variabel tersebut. Biasanya pakai built-in function compact() buat ‘ngebungkus’ semua variabel itu jadi array. Dan di baris kode yang manggil function tersebut, kita akses isi array-nya dengan key sesuai nama variabelnya. Agak repot gak sih?

[Read More]

Pakai Laravel LTS, perlu upgrade gak?

So, sudah hampir 5 tahun terakhir ini saya menggunakan Laravel sebagai framework utama dalam kerjaan sehari-hari. Sejauh ini cukup nyaman pakenya, dan merasa cocok banget sama slogannya mereka: “framework for web artisan”. Awal pakai kalau gak salah sekitar tahun 2015, dan versi yang pertama kali dipakai untuk projek beneran adalah versi 5. Saat itu versioning-nya masih yang lama, belum pakai semantic versioning kayak sekarang.

[Read More]